Monday, December 22, 2008

Teleportasi

Beberapa waktu yang lalu sempat muncul wacana agar anak sekolah masuk jam 6.30, mereka harus berangkat lebih pagi, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas di pagi hari. Saya sempat berandai-andai seandainya kurikulum sekolah sihir Hogwart di dunia Harry Potter dapat diterapkan di sekolah umum. Jadi anak-anak tinggal ber-apparate dari rumah ke sekolah, atau yang rumahnya agak jauh bisa pake jaringan bubuk-flo melewati tungku perapian (atau lewat nyala kompor gas kali ya), atau bisa juga memanfaatkan port-key yang ada untuk berpindah tempat.

Para pengarang fiksi telah berusaha mengangkat dan kadang mencoba menjelaskan topik ini. Dalam komik Dragon Ball, Sungoku punya ilmu zap! yang dapat memindahkan dirinya ke lain tempat dalam sekezap. Demikian juga dengan film the Jumper, yang kisah utamanya memang tentang sekelompok orang yang punya kemampuan untuk 'meloncat' dari satu lokasi ke lokasi tujuan yang dibayangkan dalam pikirannya. Dari visual effect 'meloncat'-nya, film the Jumper sepertinya mengikuti salah satu tokoh yang menakjubkan dalam film X-Men 2, yang digambarkan (dengan letupan-letupan dan sisa asap yang indah) seorang diri mampu menjebol keamanan gedung putih amerika sana.

Dalam film The Prestige, yang berkisah tentang persaingan dua orang pesulap, antara lain dalam menampilkan 'The Transported Man', sebelum memulai triknya, si tokoh Tn Angier membukanya dengan kalimat "Ini hanyalah teknik biasa bagi beberapa penduduk di Asia dan beberapa orang suci di pegunungan Himalaya". Lalu dia menuju sisi kanan panggung, melempar topinya ke udara menyeberangi panggung, masuk sebuah pintu di sisi kanan panggung, lalu dalam sekejab keluar dari pintu di sisi kiri panggung untuk menangkap topi yang tadi dia lemparkan. Penonton bersorak bergemuruh menyaksikan aksi si pesulap. Mereka nggak (mau) tahu si pesulap menggunakan kembaran dalam triknya.

Di dunia timur memang banyak kisah orang-orang sakti yang mempunyai ilmu 'ngringkes-jagat' atau ilmu 'lipat-bumi'. Banyak cerita di tanah jawa (terutama tentang tokoh-tokoh yang agak nyeleneh, di luar main-stream maksudnya) naik haji tidak lewat jalur umum yang ada saat itu (naik kapal). Konon masih ada kiai-kiai yang sampai sekarang jumatannya di Mekah, padahal sarapannya masih di rumahnya.

Mustahil? Mungkin tidak. Saya membayangkannya seperti keajaiban teknologi listrik yang sudah dapat dipakai oleh masyarakat dalam kegunaan sehari-hari. Ini mungkin tidak akan terjadi jika tidak ada ilmuan listrik yang menciptakan alat-alat yang menerjemahkan kemampuan ajaib ini menjadi lebih sederhana. Kurikulum sekolah dasar mengungkap teknologi di belakang lampu bohlam sehingga cara kerjanya menjadi pengetahuan semua orang. Untuk perangkat-perangkat elektronik yang lebih rumit seperti radio, tape, atau bahkan PC inipun, kebanyakan orang bisa memakluminya, di dalamnya banyak kabel dan berbagai komponen kecil-kecil yang mengolah sinyal listrik. Mungkin kuncinya harus ada ilmuwan yang membagi ilmunya ke masyarakat luas.

Khasanah muslim mempunyai sumber kisah teleportasi yang indah, dengan latar belakang kisah nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis.
Dalam QS 27:38-40 disebutkan :
38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

Dari kisah di atas, seorang ilmuwan masa lampau kemampuannya bahkan melampaui Jin Ifrit yang cerdik. Apakah ini dokumentasi eksplisit dilakukannya teleportasi di dunia ini di masa itu, sebagai hasil suatu ilmu, bukan sebagai mukjizat yang tidak terjelaskan?

No comments:

Post a Comment